Tentang Progress..


Kesuksesan tidak terjadi dalam semalam, dan tidak ada yang bisa menjamin kapan kita akan meraihnya. Tugas utama kita bukan untuk sukses, namun untuk terus berusaha.. Let Allah decide the end result..

Saya jadi ingat jaman bikin TA (tugas akhir) waktu kuliah di ITB dulu. Saya pengen banget mengambil topik & dibimbing oleh dosen pembimbing sy. However, beliau punya keluarga di luar negeri sehingga harus bolak balik kesana (kalo gak salah) setiap 3 bulan sekali. Pilihannya adalah, saya tetap menjadi anak bimbing beliau tapi: lulus maret 2010 (karena manunggu beliau pulang dr ln), atau lulus Juli 2009 yang artinya sy punya waktu hanya sekitar 4 bulan untuk mengerjakan TA (blm urusan gonta ganti topiknya 😑), atau ganti pembimbing. Gak bisa ikut batch kelulusan Oktober seperti mayoritas mahasiswa lainnya. Pilihannya cuma lulus lebih cepet, atau ga.

Challenge accepted, sy coba kejar TA selama 3/4 bulan itu. Dan bener-bener challenging karena basically sy tipe mahasiswa biasa aja, yg ttp suka titip absen & ngerjain tugas SKS ✌ tapi sy berusaha untuk tetap menjaga prinsip 'never zero progress'. Setiap hari, sy kerjakan TA walau cuma 1 paragraf, dan sy kejar pembimbing untuk rutin bimbingan seminggu sekali. Dengan survey lapangan kilat yang alhamdulillah nya dibantu teman-teman sy, akhirnya sy berhasil juga ngejar lulus Juli & jadi lulusan ke 3 di angkatan saya. 18 Juli 2009.. Saya bersama 2 orang teman seangkatan diwisuda bersama senior-senior (teman-teman lain menyusul kemudian di bulan Oktober & Maret). Alhamdulillah..

So the point is, penting untuk yakin bahwa selama kita terus berusaha & yakin, titik terang akan mulai terlihat sedikit demi sedikit untuk apapun permasalahannya.. So, just keep going! Don't quit. Because no matter how small it is, progress is progress.. :)

#bintansays
#bintanandbusiness

Peta Kecerdasan Anak

Blogger pemalas nih saya. Haha.. Terakhir ngepost ternyata Januari kemarin alias 3 bulan yang lalu. Apa dayaaaa.. Bisa dengan tenang duduk depan laptop saja sudah menjadi satu kemewahan tersendiri buat saya, apalagi sekarang ditambah gak ada asisten di rumah. Hmmmm.. Tangan saya semakin menggurita. *jadi curcol.

Tapi malam ini, akhirnya saya kembali menengok blog saya, yang kalo diibaratkan perabot pasti udah pada berdebu semua nih (*hempas kemoceng), untuk membahas secara spesifik salah satu postingan saya di instagram. Bunyinya seperti ini:



"Senangnya dibeliin meja kerja buat di rumah Bekasyong sama kesayangan @calcul88 tau aja kalo istrinya bagaikan kumang, susah ninggalin rumah. Hehe.. Dari pagi seru dekor-dekor & sekarang utak utek depan meja bikin Zey's Intelligence Map. Ahk.. Nothing sophisticated, ini cuma corat coret seorang makmak yang percaya bahwa mengurus anak itu bukan sekedar supaya anak sehat, tapi juga happy & content.. Bahwa aneka intelligence, akidah, & akhlak penting banget untuk diasah sebelum terjun ke dunia pendidikan yang sebenernya (melibatkan sekolah, baca tulis, dll). Dan bahwa it's my main duty as her mother to make sure Zey tumbuh dengan seimbang di semua aspek intelligence ini.. Nothing theoretical in this. Hanya kompilasi dari hasil baca-baca & akhirnya percaya bahwa kecerdasan yg perlu ditanamkan oleh org tua sebelum anak terjun bersosialisasi ke dunia yang lebih luas adalah:
1. Environmental
2. Adversity
3. Creativity
4. Spiritual
5. Emotional
6. Intellectual

Dan saya janji sama para mommies untuk membagi lebih detail tentang hal ini. So here we go..

Sebelumnya saya ingatkan lagi bahwa saya menulis ini bukan karena saya semata-mata ahli dalam mengurus anak, hal-hal di bawah ini sebenarnya sudah saya terapkan pada Zey sejak lama, dan saya juga cukup sering baca-baca mengenai hal ini, tapi baru sempat sekarang untuk benar-benar menuangkannya dalam gambar yang lebih rapi (biar gak lupa lagi ke depannya). Hehehe.. 

1. Environmental Quotient
Yang saya maksud dengan kecerdasan lingkungan disini adalah bagaimana anak-anak dapat merasa menjadi bagian dari sebuah ekosistem, memahami posisi umat manusia dalam tatanan ekosistem bumi (sebagai penjaga, bukan hanya eksploitasi), memupuk kecintaan anak terhadap sesama makhluk hidup, membuat anak merasa nyaman dengan alam, & mendorong anak untuk mampu berpikir secara sistem bahwa setiap hal yang dia lakukan bisa berdampak lebih besar terhadap lingkungannya. 
Misal: kenapa harus menyimpan sampah pada tempatnya? Kemana sampah itu pergi setelah kita buang? Apa yang terjadi jika kita tidak menyimpan sampah pada tempatnya?



Contoh kegiatan yang bisa dilakukan:
- piknik
- earthing atau menginjak tanah/rumput tanpa sandal
- camping (or in my case pasang tenda di halaman depan rumah. Lol)
- jalan atau sepedaan pagi sambil mengidentifikasi jenis-jenis daun/bunga yang ada di sekitar rumah
- ke kebun binatang
- memelihara hewan
- story telling terkait tema alam/environmentally friendly lifestyle

So, jadi penting banget piknik itu, jangan sampai kurang piknik. Hehehe.. Memberikan anak kontak dengan alam secara rutin juga memberikan beberapa manfaat, diantaranya:
- meningkatkan kemampuan kognitif anak
- mengurangi stress pada anak
- meningkatkan kemampuan berfikir & menyelesaikan masalah
(selengkapnya bisa dibaca di link ini)

2. Adversity Quotient
Poin kedua ini terkait dengan kemampuan anak untuk beradaptasi dan mengatasi masalah di lingkungannya. Bahasa kerennya adalah strong human resillience. Soft skill banyak terkandung di quotient yang satu ini, dan gawatnya, skill-skill ini tidak diajarkan di sekolah. Hmmm.. Mungkin juga karena sebagian besar skill disini hanya bisa dipelajari dengan melihat contoh langsung (orang tua), dan pengalaman sendiri (exposure). Dalam pemahaman saya, dalam adversity quotient terkandung:
- Life skill
- Time management
- Bagaimana anak dapat bertanggung jawab pada setiap tindakannya
- strategic thinking; bagaimana anak dapat memikirkan sebuah solusi
- self defense



Contoh kegiatan yang bisa dilakukan:
- memberikan household chores atau tugas rumah tangga kepada anak
- selalu mengajak anak membereskan kembali mainannya setelah main (mengajak ya, moms.. bukan menyuruh)
- Menyampaikan cerita yang dapat menstimulasi cara berpikir anak. Misal: timun Pak Petani setiap malam dicuri si kancil, kira-kira apa ya yang harus dilakukan si petani?
- Tidak selalu langsung membantu jika anak mengalami kesulitan. Amati saja dulu dari jauh dan jika masalah tak kunjung selesai, tawarkan untuk membantu. Tawarkan.. Jangan langsung ambil alih.

3. Creative Quotient
Di era serba cepat dan serba ada ini, menurut saya penting untuk mengasah kreatifitas anak. Hal-hal terkait creative quotient ini adalah:
- bagaimana anak bisa memunculkan ide-ide baru
- bagaimana anak bisa menganalogikan sesuatu
- bagaimana anak dapat mengekespresikan dirinya
- bagaimana anak dapat menikmati (or even creating) art/seni.



Contoh kegiatan yang bisa dilakukan:
- Mengamati bakat & minat seni anak, apakah ke musik, gambar, hand craft, acting maybe? Lalu asah dalam playtime bersama
- 'reverse engineering'. Haha.. Ini sih bahasa asal saya aja untuk kegiatan kami merekonstruksi sesuatu. Misalnya dadar telor, saya ajak dia membuat dadar telor dan selama prosesnya saya jelaskan ini akan jadi apa, kenapa prosesnya begini, kenapa begitu.
- melukis bersama (melukis di kertas, di tembok, di batu, dll)
- menyanyi bersama
- menari bersama
- main lego atau mainan bongkar pasang lainnya.
- main play doh

4. Spiritual Quotient
Nah ini nih yang menurut saya penting banget banget untuk ditanamkan bahkan sebelum anak masuk sekolah. Tidak, bukan sekedar anak hapal surat-surat dan doa pendek, menurut saya spiritual quotient terkait dengan:
- Aqidah, akhlak, ibadah (lihat urutannya, akidah dulu, akhlak, ibadah. Doa-doa & bacaan-bacaan merupakan salah satu tatacara ibadah, bisa disupport dengan pelajaran di sekolah, tapi akidah & akhlak menurut saya paling efektif jika diajarkan & dicontohkan oleh orang tua langsung.
- Mengerti akan tujuan hidup (untuk beribadah, manusia sebagai khalifah, manusia sebagai pemimpin untuk dirinya sendiri)
- Perasaan dekat & takut pada Allah



Contoh kegiatan yang bisa dilakukan (disesuaikan dengan keyakinan & kepercayaan masing-masing):
- Story telling, membacakan kisah shiroh Nabi & Rasul
- Obrolan ringan di sela-sela play time tentang siapa Tuhanmu? Zey asalnya dari mana? Siapa yang selalu bersama kita setiap saat?
- Mengaji bersama sebelum tidur (setidaknya surat-surat pendek yang disunahkan untuk dibaca sebelum tidur)
- Shalat bersama
- Berhenti beraktifitas & mendengarkan adzan saat berkumandang

5. Emotional Quotient
Menurut fast result nya Mbah Google, EQ atau emotional Quotient adalah "a “person's ability to identify, evaluate, control and express emotions.” It helps us communicate with others, negotiate situations and develop clear thought patterns." Sepemahaman saya pribadi, yang esensial adalah anak belajar mengenali emosi (diri sendiri & orang lain) & cara menghadapinya.



Contoh kegiatan yang bisa dilakukan:
- Menyampaikan kepada anak emosi kita sendiri. "Mim sedih Zeya tidak dengar mim..", "Mim takut, kalau gak shalat nanti gak disayang Allah..", "Mim senang, Zeya hari ini baik sekali.." dsb. (Akan lebih berasa lagi kalau kita ngomongnya disertai mimik & ekspresi yang mendukung. Acting mode ON. Hehehe)
- Membantu anak mengenali emosinya sendiri. Misal, saat kami berbelanja dan dia rewel, instead of bilang "Sssstt.. Udah jangan rewel", saya bilang: "Zeya bosan? Kesal karena ingin cepat ambil surprise egg?", saat dia berlagak so sweet tiba-tiba datang & mencium saya, "Zeya senang, ya Mim seharian di rumah?", dsb. After acknowledging their feeling, give them solution to make themselve feel better. Misal: "Zeya bosan? Kesal karena ingin cepat ambil surprise egg? Kita bersabar sebentar ya, gimana kalau Zeya bantu Mim pilih selai mana yang harus kita beli?"
- Jangan 'menampik' emosi. Misal: saat anak menangis karena berebut mainan dengan temannya atau dipukul (terpukul) oleh temannya, jangan bilang "udah jangan nangis, gak apa-apa kok." because sometimes it's not okay for them. Instead, jauhkan dari hal-hal yang membuat dia kesal dan bilang "Mim tahu pasti sakit ya? People get hurt sometimes, do you need a hug? 
- (again) story telling. Tuangkan koonflik harian seperti berebut mainan, sedih ditinggal ayah kerja, tidak sabar menunggu sesuatu, dll ke dalam cerita. Jangan jadikan anak tokoh utamanya, tapi ceritakan tentang solusi yang dilakukan si tokoh. Tidak perlu secara eksplisit menceritakan moral dari cerita, children are super clever, they will get it.

More about how to build EQ in this link.

6. Intellectual Quotient
Jaman dulu, kayanya ini yang paling penting. Bahkan seingat saya, selama masa pendidikan formal (baca: sekolah), saya sempat beberapa kali mengalami tes IQ. Hasilnya? Biasa aja sih.. Haha.. Nah tapi seiring berkembangnya jaman, ternyata ditemukan quotient-quotient lain yang gak kalah pentingnya. IQ terkait dengan kemampuan berfikir logis, kemampuan berbahasa (lisan, tulisan), problem solving, dll. Jadi, tetap penting juga sih untuk mengasah si IQ ini..



Contoh kegiatan yang bisa dilakukan:
- Jangan banyak 'jangan'. Be open to 'experiments', unless it leads to danger (seperti bermain kompor), di luar itu, let them explore. Seringkali saya menemukan Zey sudah berbalur tepung, atau tetiba memegang gunting, atau sudah cemong karena bereksperimen dengan muka saya. Shock sih, tapi saya selalu berusaha tenang & tanya aja baik-baik apa maksudnya "wow.. It's a mess, Zey! Tepung buat apa? Mendoan ya? Yuk bantu mim ambil sapu kita bereskan yuk". Atau untuk kasus gunting, "Zey, itu tajam kan? Zeya mau coba gunting? Boleh mim bantu dulu supaya gak celaka?" dan biasanya ujung-ujungnya saya contohkan cara pakainya sambil dikasih tau bahwa dia tetap harus minta izin saya dulu & harus bareng saya jika ingin bermain dengan 'mimim's stuffs'. Hasilnya? Saya aja sampe amaze sendiri di usia 2,5 tahun Zey udah bisa pegang gunting kecil dengan baik & bahkan menggunting lurus.
- It's okay to not always entertain them. 
- Biarkan mereka punya 'quite time' nya sendiri. Kadang kalau lihat Zey lagi anteng main sendiri saya suka gateeeelll pengen nimbrung, tapi harus tahan.
- Biarkan mereka mencoba banyak hal.
- Berkreasi bersama. Memasak bersama (saya potong bawang, dia potong tahu pake pisau roti), 
- Role play. Jangan malu jadi anak kecil lagi! Hehe.. Get your costume & put your silly face. Bermain pura-puraan bisa mengasah kemampuan anak untuk mengenali macam-macam karakter orang.
- Berikan banyak kesempatan mereka untuk membuat pilihan. In this case, bukan hanya mengasah kemampuan berfikir mereka, tapi juga bisa meningkatkan kepercayaan diri. I let Zeya choose for whatever she wants in a day, karena anak-anak itu gak suka disuruh. Jadi misalnya, instead of "Zey ayo gosok gigi!" yang sudah pasti dijawab "no" karena entah mengapa toddlers are so in love with the 'no' word, saya bilang "Zey, mau gosok gigi pakai odol pedes atau odol blueberry?" (ujung-ujungnya pasti gosok gigi juga karena gak ada pilihan jawaban 'no'. Wkwk). Atau contoh lain saat dia sudah keasyikan main youtube, daripada bilang "sini udah dulu, HP nya mim ambil ya" yang sudah pasti akan menyebabkan perang dunia 3, saya bilang "Zey, waktu nonton sudah habis. Zeya mau simpan HP nya sekarang atau Mim hitung sampai 10 dulu?"

Itulah 6 quotient yang menurut saya penting untuk distimulasi secara seimbang oleh orang tua. Tapi, walaupun itu semua penting, always remember that every child is different and they have their own time. Jangan terjebak dengan standar yang kita tetapkan sendiri, instead belajarlah untuk lebih memahami minat, bakat, keinginan, & kemampuan anak sehingga tumbuh hubungan saling percaya yang kuat antara orang tua & anak. Jika itu sudah terjadi, menurut saya akan lebih mudah untuk mengarahkan anak (hopefully. Hehe).

Suplemen Pendamping Kemoterapi

Dari kiri atas ke bawah: jus buah sayur, susu, wheat grass, jamu mangandeuh, jamu kunyit

Sudah setahun sejak suami saya, Tessal, divonis kanker usus besar stadium 3. Sudah hampir setahun juga sejak operasi pengangkatan usus, dan sudah 5 bulan berlalu sejak kemoterapi terakhir. Sekarang? Alhamdulillah suami saya fit, sudah full lepas obat, dan sudah kembali beraktifitas seperti biasa. Walaupun kami masih harus menjaga makan &; lifestyle selama minimal 2 tahun sebelum akhirnya bisa mengklaim diri sebagai cancer survivor (kontrol dan tes rutin masih tetap harus dilakukan sampai 2 tahun ke depan. Baca lengkapnya di post ini).

Saat suami saya divonis kanker, berbagai macam informasi alternatif pengobatan bermunculan di hadapan kami, tapi akhirnya dengan dukungan penuh dari keluarga, kami mengambil jalan tengah. Kami tetap mengikuti prosedur medis yang memang sudah ada, which were operasi dan kemoterapi, tapi menggunakan asupan herbal dan natural sebagai suplemen untuk mendukung daya tahan tubuh suami saya selama proses kemoterapi, because you know.. Chemotherapy was so eeerrgghh.. (baca cerita kemoterapi suami saya disini).

Dan.. Di post kali ini saya ingin berbagi review tentang aneka supplemen herbal yang dikonsumsi oleh suami saya selama proses kemoterapi dan dilanjutkan sekarang. Note that bahkan sampai sekarang, saya masih menyediakan aneka jejamuan ini untuk suami saya setiap hari 2x sehari. Will never stop until he is claimed as a cancer free person. Post ini juga saya tujukan untuk teman saya Anggi yang sempat bertanya pada saya tentang ini tapi belum sempat saya balas dengan mendetail sampai sekarang (sorry Anggiiii.. Here's for you yaaa). So here it is.. Aneka suplemen dan jamu untuk pendamping kemoterapi.

1. Jamu Kunyit
Kunyit gede atau bahasa kerennya turmeric mengandung anti-oxidant dan anti-inflamatory yang sangat kuat. Menurut Cancer Research UK, curcumin (kandungan utama kunyit) memiliki efek anti kanker. Dia mampu membunuh sel kanker dan mencegah pertumbuhannya, terutama pada kanker payudara, usus, dan kulit. Studi lainnya dari Amerika di tahun 2007 mengatakan bahwa proses kemoterapi yang dikombinasikan dengan konsumsi curcumin memiliki efek membunuh sel kanker yang lebih hebat daripada jika kemoterapi dilakukan sendiri. Jamu kunyit ini biasa saya bikin manual dengan bantuan ibu saya (kunyit gede & kunyit putih direbus gitu), atau kalau mau praktis dan untuk traveling, saya pakai yang sudah berbentuk bubuk (yes, even traveling pun tak lupa jamu kunyit). Jamu ini dicampur oleh air asam jawa /apple cider vinegar dan gula jawa atau madu, supaya rasanya lebih enak. FYI, untuk menemani suami supaya dia mau minum, saya juga rutin minum ini. Hehe..

2. Jamu Batang Mangandeuh/Benalu
Batang mangandeuh ini di-supply oleh mama mertua saya dari Subang. Cara bikinnya direbus di kendi tanah liat sampai airnya kecoklatan. Manfaat yang paling terasa dari jamu ini adalah untuk mengurangi efek kesemutan di ujung-ujung jari setelah kemoterapi.

3. Juice Buah & Sayur
Saya invest di slow juicer untuk membuat sari buah dan sayur untuk suami saya. Kadang rasanya gak karu-karuan memang karena saya campur macam-macam buah dan sayur yang khususnya cancer fighter seperti bit & wortel, tapi saya paksa aja cekokin dia buat minum. Hehe..

4. Wheat Grass Powder
Wheat grass mengandung klorofil, selenium, dan laetril sebagai agen 'penyerang' kanker. Selain itu, wheat grass dikenal sebagai makanan yang bersifat alkali (kanker tumbuh karena kondisi tubuh sangat asam), oleh karena itu bagus untuk mendukung 'penyerangan sel kanker'. Wheat grass powder ini bisa dibeli di toko-toko organik dengan harga kurang lebih Rp 95.000 per jar. Kalau toko organik favorit saya itu www.nourishindonesia.com

5. Susu Suplemen Peptamen
Selesai operasi dan saat belum bisa makan, suami saya hanya minum susu peptamen ini, tapi tetap kami lanjutkan selama proses kemoterapi karena kandungan nutrisinya yang memang tinggi. Sekarang, suami saya sudah tidak minum lagi karena sepertinya susu ini berkontribusi meningkatkan berat badan dengan cukup cepat (tetep maunya ganteng. Wkwk).

6. Ekstrak Drop Jamur Maitake
Fungsi utama dari kandungan jamur maitake adalah mencegah pertumbuhan sel tumor. Kami mendapatkan vitamin ini dari salah satu kolega suami di Korea. Saya sempat ngerasain juga. Enaaak.. Hehe.. Tapi konsumsi berakhir setelah 2 botol habis karena ternyata belinya di Singapore dan harganya juga lumayan (sekitar 125 SGD per botol).



7. Transfer Factor
Yang ini, saya dan Zeya juga minum. Dari semua vitamin, ini yang masih kami minum sampai sekarang. Harganya memang cukup mahal, sekitar Rp 800.000 1 botolnya. Tapi vitamin ini super oke bangeeettt.. Sebagai 'pendidik sistem imun', vitamin ini mensupport sistem imun kita untuk tahan & menyerang saat diserang. Saya sampai jadi member demi bisa dapat TF ini dengan harga member.



8. Celergen
Nah ini another super power vitamin yang asalnya dari Swiss. Celergen diekstrak dari hewan laut dan berfungsi untuk menutrisi sel & menghambat penuaan dini. Obat awet mudah celeb-celeb Hollywood ceritanya.. Hehe.. Untuk 30 butir pil, harganya sekitar USD 350, dan kami beruntung banget karena dihadiahi 1 box oleh teman saya tersayang (Thanks Pipi! :*).



9. Propolis
Propolis berasal dari air lebah dan digunakan oleh para lebah untuk menambal sarang, mencegahnya dari serangan bakteri, virus, dan jamur. Kandungan utamanya bioflavonoid yang bermanfaat sebagai anti oksidan dan menjaga vitalitas pembuluh darah, karena salah satu efek kemoterapi adalah pembuluh darah menjadi lebih kecil dan rapuh (sempat pada satu sesi kemoterapi, pembuluh darah suami saya mendadak susah dicari sehingga harus berkali-kali ditusuk :(). Propolis ini diminum dengan cara 12 tetes dicampur ke dalam air hangat dan diaduk menggunakan sendok kayu/plastik.



10. Madu
Sama seperti propolis, madu mengandung banyak flavonoid, dan banyak sekali manfaat madu yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi, mulai dari manuka honey sampai madu herbal, suami saya minum 2 sendok teh (sendok kayu atau plastik) setiap pagi dan malam).



11. Kangen Water/Zam-zam
Kangen water dan air zam-zam bersifat alkali (basa), sehingga di kesehariannya suami saya pasti mengkonsumsi air ini minimal 3 liter.

12. Bawang putih cincang
Bawang putih mengandung zat anti infeksi dan anti radang yang sangat tinggi. Jadi salah satu rutinitas suami saya adalah menelan bawang putih cincang 1 siung, lagi-lagi setiap pagi dan malam.

13. Young Living Essential Oil
I'm an oil kind of person. Saya suka sekali oles-oles essential oil untuk berbagai kebutuhan. Selama suami saya kemoterapi, essential oil jagoan saya adalah; Lemon, untuk menghilangkan rasa mual dan support daya tahan tubuh. Frankincense, essential oil anti kanker paling kuat. Satu tetes di bawah lidah sebelum tidur. Di-Gize, untuk oleh-oles perut kalau kembung. Stress Away; untuk memberikan efek relaks dan nyaman jika efek kemo menyerang. Biasanya saya urutkan (dicampur dengan minyak kelapa/VCO dulu) di punggung dan daerah leher.



14. Air Rebusan Sereh
Sereh ternyata mengandung banyak sekali manfaat, lho! Melindungi kerusakan DNA, menghancurkan patogen jahat, menetralkan radikal bebas, dan sebagainya. Maka, air rebusan sereh menjadi salah satu terapi untuk suami saya walaupun untuk yang satu ini saya kurang rutin kasihnya. *peace!



Tidak ada yang menjamin bahwa mengkonsumsi aneka jamu, vitamin dan makanan di atas pasti kanker sembuh 100%, tapi kita harus terus berusaha dan ikhtiar, right? Pada akhirnya Allah lah yang menyembuhkan, dan pada akhirnya, jangan pernah bertindak 'semau gue', karena dalam ilmu medis pun pengobatan kanker itu sudah ada protokolnya. So always consult to your doctor. Alhamdulillah kami mendapatkan dokter yang open minded dan tidak saklek anti herbal. Konsumsi jamu-jamu ini juga saya sampaikan kepada dokter yang menangani suami dan beliau mendukung selama dosisnya wajar dan memang digunakan sebagai suplemen, bukan sebagai pengganti obat.

Sekarang, perjuangan belum berakhir. Kami masih harus ketat menjaga asupan makan, gaya hidup, dan suplemen ini supaya hasil tes rutin tetap bagus dan si crazy cancer gak balik lagi. Banyak orang bertanya, mau ya suaminya minum segitu banyak jamu? Jawabannya HARUS MAU. Gimanapun harus terus disemangati supaya mau, kalau perlu saya minum juga, gak apa-apa deh. Disuapin, diingetin tiap jam, disodorin depan muka, anything asal dia mau minum. Hehe..

So, for you out there who is battling with cancer or having loved ones fighting cancer, pesan saya cuma satu, jangan berhenti ikhtiar jangan berhenti yakin bahwa pasti sembuh. Beberapa items di atas memang ada yang mahal, tapi alam sudah menyediakan banyak juga alternatif bahan lain yang lebih murah. Semangat meraciknya! Jangan malas! Dan jangan lupa untuk minta sama yang Maha Menyembuhkan untuk mengangat penyakitnya. Insya Allah dengan ikhtiar dan positivity, semua bisa terlalui.. Bukan tidak mungkin karena sudah banyak success story nya. Ok?? SEMANGAT UNTUK KITA SEMUA!! Cheers!

Love,
B

PS: Baca perjalanan saya dan suami menghadapi kanker usus stadium 3 di post-post ini
- Cerita awal
- Setelah pulang dari Rumah Sakit
- Cara membantu pasien kanker
- Pengalaman kemoterapi
- Setelah selesai kemoterapi

Semoga bermanfaat ;)

Advices for My Brothers




Sebagai sulung dari 5 bersaudara, saya pernah cerita tentang bagaimana rasanya punya adik banyak, dan saat ini, saya lagi galau. Galau karena adik laki-laki pertama saya (anak ketiga)  pergi merantau ke Ternate untuk mengejar mimpinya. Oportunis memang, di saat saya sendiri sejak kuliah sudah ‘merantau’ (walaupun ngekost satu kota, tapi sudah tidak tinggal dengan orang tua), setelah itu ke Australia, lalu tinggal di Korea, tapi saat saya dengar kabar bahwa adik saya diterima kerja di Ternate, saya speechless juga.

Adik saya ini namanya Hilmy, waktu kecil kayaknya dia yang paling sering saya bully karena walaupun laki-laki, tapi perasanya luar biasa. Dikit-dikit berkaca-kaca, mellow.. Jadi seneng ngejailinnya (haha). Tapi walaupun begitu, dia tengil juga. Pernah suatu ketika dia sangat mengganggu saya di kamar saya, saya dorong keluar dari kamar sampai dia tersurung tapi tetap saja tuh hahahihi. Boys.. Beranjak remaja, beuh makin nyebelin. Disuruh susah, super males, gak mau susah, dan hobinya berantem rebutan motor dengan kedua adik laki-lakinya. Belum lagi kebiasannya pelor alias nempel molor, tiduuuurrr mulu. Saya sebagai kakak sampai pusing mikirin masa depan dia.

However, karena saya selalu didoktrin dari kecil untuk jadi panutan, saya gak bosen-bosen untuk menasehati dan menyemangati dia. Walaupun awalnya masuk telinga kiri keluar telinga kanan, tapi lama-lama bonding kami sebagai kakak-adik terbangun cukup kuat. Hal ini juga berlaku untuk ke-empat saudara saya yang lain. Saat kami bingung memutuskan suatu hal, atau ada masalah, siblings pasti jadi salah satu tempat aduan kami. Alhamdulillah, bonding dengan saudara kandung yang kuat membuat kami saling menjaga dan mengingatkan untuk selalu berada di ‘jalan yang benar’. Kami berlima juga percaya bahwa saudara kandung adalah orang yang bisa banget dalam waktu bersamaan sayang dan benci sama kamu, tapi sesebel-sebelnya, they will always love you after all.. Kalau kata Bahasa Sunda sih, buruk-buruk papan jati. Hehehe.. Anyway, back to Hilmy, saat dia SMA, dia memilih untuk masuk ekskul keamanan dan saat kuliah dia memilih untuk masuk grup pecinta alam. Disinilah external forces dimulai dimana mental dan kedisiplinan dia terlatih. Hasilnya, sekarang dia adalah 23 years old independent, responsible, and kind hearted young man.

And I can’t be more proud..

Dan sekarang, sebagai kakak yang cerewet, jujur saya gak bisa melepas begitu saja tanpa nyanyinyu aneka rupa nasehat. Tapi apa daya waktu dan tempat tidak memungkinkan untuk saya ceramah panjang lebar secara langsung sama dia. So here it is saran-saran cece untuk kalian adik-adik laki-laki yang sudah beranjak dewasa..

TENTANG PENGEMBANGAN DIRI
1.         Make your dreams bigger than you. Kalau kata Nidji “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia..” it’s true! Jangan takut untuk bermimpi besar, karena itulah yang menggerakan kita. Visualisasikan mimpimu, bikin vision board, ‘angkat ke langit’ dengan doa sepenuh hati.
2.         Investasi waktu, tenaga, dan uang untuk terus belajar & mengembangkan diri. Jangan pernah berhenti belajar, terutama untuk skill-skill yang gak ada sekolahnya. Ilmu agama, bahasa asing, internet marketing, entrepeneurship, soft skills, anything! Jangan lewatkan seharipun tanpa menambah ilmu. Beli buku, ikut seminar, tonton webinar, banyak jalan mencari ilmu.
3.         Exposure is everything. Never miss an opportunity, selagi masih muda.. Visit new places, meet new people, take new roles, be rich! Pengalaman kamu melihat berbagai pola hidup yang berbeda-beda bakal meningkatkan wisdom kamu.
4.         Never enter a battlefield without armors. Dalam segala hal. Mau presentasi? Latihan depan kaca, persiapkan dan proofread berkali-kali materi presentasi kamu. Mau nikah? Perkaya diri dengan ilmu agama tentang pernikahan, pahami peranmu sebagai suami nantinya. Mau bisnis? Asah skill jualan, belajar bisnis dari buku, video-video pengusaha, dll.
5.         Don’t be afraid of failure and pain, those are part of growing. Be afraid of not learning anything from a circumstance. That’s the real problem.
6.         Have courage and be kind. Jangan takut untuk jadi orang yang ‘terlalu baik’, because you can’t be too nice or too kind. Maybe some people will take advantages of you, but that will be your lesson and that’s their disadvantages, not yours.

TENTANG FINANSIAL
7.         The goal is to BE rich, not to LOOK rich. To be financially secured, not having lots of money. Buat apa gaya kalau untuk hidup sehari-hari aja susah. Buat apa jalan-jalan tinggal di apartment kalo yang cicilin orang tua. Buat apa banyak duit, kalau habis cuma buat cicilan dan makan harus hemat-hemat?
8.         Hiduplah di bawah kemampuan. Berapapun penghasilan kamu, anggaplah kamu hanya bisa hidup di setengah angka tersebut. Sisanya? Tabung, invest. Jangan tergoda untuk menaikkan lifestyle secara cepat. It’s so eazy to scale up your lifestyle, but it’s hard af to scale it down. Jadi, daripada nanti pusing kalau tetiba harus nurunin lifestyle, lebih baik biasakan diri hidup di bawah kemampuan.
9.         Hati-hati dengan hutang. Baca lagi poin nomor 6. Apalagi untuk hutang yang sifatnya konsumtif. Cicil HP? Cicil mobil? Think twice before you decide! Kalau belum ada uangnya, berarti belum mampu.Terlebih, dosa riba nya itu lho.. :/ Ingat pesan cc tentang Delaying Gratification? Latih terus skill itu.
10.   Save & invest while you’re young, while you’re single, jadi kamu gak perlu repotin orang tua (apalagi mertua) saat sudah menikah nanti.

TENTANG CINTA & KELUARGA
11.   Beauty & wealth may fade, choose a wife based on their believes, heart & attitude.
12.   Kamu mungkin akan menemukan wanita yang mau diajak susah, tapi jangan bawa mereka hidup susah untuk waktu yang lama. Gak apa-apa jika saat setelah menikah kamu baru mampu tinggal di kontrakan 1 kamar, tapi bok ya terus ikhtiar & jangan lama-lama disananya. Kosan 1 kamar harus bisa jadi mansion 10 kamar secepat mungkin. Didampingi dalam proses menuju suksesnya itu yang penting, bukan istrimu mau apa gak diajak susah. Jangan salah fokus. Hehe.. Baca lagi post cece tentang “Mau/Gak Mau Diajak Hidup Susah
13.   Laki-laki akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat atas 4 wanita, ibunya, anaknya, saudara perempuannya, dan istrinya. Make time to take care them all, but most of all, muliakan mama..
14.   Jangan anggap istrimu sebagai pengganti ibumu. Jangan harap dia bakal ngerawat dan ngurus kamu seperti mama. Mama bertemu kamu dengan kewajiban untuk melindungi kamu, sedangkan istrimu bertemu kamu dengan harapan untuk dilindungi olehmu. Please understand that. Kasih dia waktu untuk beradaptasi dalam kehidupan rumah tangga. Saling bantu.
15.   Memasak, mencuci, dan tugas rumah tangga lainnya BUKAN (hanya) KEWAJIBAN WANITA, itu adalah basic life skills yang harus dimiliki semua orang baik wanita maupun pria, jadi latihan dari sekarang mumpung masih single, supaya nanti saat istri baru melahirkan, sedang dinas luar kota, atau sedang sakit, kamu bisa survive.
16.   Sesulit apapun hidupmu nanti, usahakan jangan sampai membebani orang tua, apalagi ketika kamu sudah menikah, apalagi sama orang tua istri (mertua), apalagi membebani di urusan DUIT. Orang tua adalah ladang ibadah dan amal kita, jadi jangan pernah sedetikpun terlintas keinginan untuk disupport orang tua lagi, instead, fokuskan pada bagaimana kamu bisa berbakti dan membahagiakan mereka.
17.   It takes two to parent, ayah-Ibu. Pastikan kamu menjalankan peranmu dengan benar. Belajar ilmu parenting, terlibat & kerjasama dengan istri dalam mendidik anak-anak kamu.

TENTANG KARIR
18.   Gengsi leads you nowhere. Tidak usah minder melihat teman-teman yang bekerja di perusahaan asing. Tidak masalah kerja dimana atau kerja apa, selama diniatkan untuk ibadah dan dilakukan sepenuh hati, PASTI berhasil.
19.   Value before money. Selalu berikan 100% your potential dimanapun kamu berada. Good, better, best. Never let it rest. Always do your best, ‘til your better best. Uang, adalah bonus dari values yang kamu berikan & relationship yang kamu bina.
20.   Ambisius boleh, serakah jangan. Ambisi adalah kekutan yang mendorong kamu untuk terus maju, ada keringat dan strong will di dalamnya. Tapi, saat kamu melupakan values kamu, disitulah ambisimu menjadi keserakahan. Saat kamu mulai mengesampingkan hak-hak orang lain, atau mengambil lebih dari yang seharusnya kamu punya. So, hati-hati dengan ambisimu.
21.   Latih terus enterpreneurship skill. 9 dari 10 sahabat Rasul yang dijamin surga adalah saudagar, jadi sebagai Muslim, berbisnis itu memang sudah runs in our blood. Either nantinya akan membangun bisnis sendiri atau tetap berkarir di perusahaan yang sudah settle, semangat & attitude entrepreneurship akan tetap membawa kamu ke puncak.

Last but not least.. Itaqullah.. Takutlah akan Allah, tetaplah istiqomah & percaya dengan janji-janji Allah. Hauslah akan ilmu agama, & rindulah akan surga..


-->
See you on top!

PS: tidak perlu minta izin, jika artikel ini dirasa bermanfaat, silakan share. :)