Wednesday, August 15, 2012

Tips Memilih Jurusan Kuliah (versi Master Degree atau S2)

Selama sepak terjang saya sebagai konsultan pendidikan dan jenjang karir (cuih. haha), saya menerima banyak sekali orang yang tanya "pilih jurusan apa ya?"..
Kebanyakan adalah orang yang mau apply beasiswa dan kirim email ke saya. Nah makanya untuk posting kali ini, saya mau bahas tips-tips memilih jurusan khususnya untuk S2 (master degree). Untuk adek-adek yang mau lulus SMA, nanti saya pilihkan tips memilih jurusan untuk S1 ya! Stay tune! :p

Okay, jadi daripada wawewo nya kebanyakan, langsung to the point aja. Kebanyakan orang yang pilih jurusan S2 itu pilih yang 'populer' aja

Please.. Ini bukan soal jurusan yang banyak dicari orang atau apa, tapi manfaat ke depannya.

Jadi inilah tipsnya:

1. Jangan asal Pilih Universitas
Buat yang mau kuliah di luar negeri, jangan asal pilih universitasnya. Bukan soal kuliah di luar negerinya, tapi kita juga kan ngejar kualitas kesana. Jadi kalau bisa, perhatikan ranking universitas, atau pilih universitas yang punya reputasi baik untuk jurusan yang kamu mau.


2. Pilih jurusan yang sesuai dengan expertise kamu.
Kalau untuk milih jurusan S1 saya wanti-wanti banget untuk ngikutin passion, tapi kalau untuk milih jurusan S2, expertise lah yang diutamain. Kenapa? Karena kasus yang saya lihat, banyak orang dewasa (ihiy) yang 'berubah haluan' begitu mereka lulus kuliah. I don't know why.. Mungkin karena tuntutan sosial yang mengharuskan seorang sarjana itu kerja, dan anggapan orang-orang bahwa kerja adalah di gedung, pake baju rapi, dari pagi sampe sore (duh!). Banyak orang yang ninggalin passion mereka. Too bad..

Dan sekarang, daripada start all over again, mending perkuat expertise kamu yang ada sekarang. Misal: background studi kamu adalah perternakan, tapi kamu ended up kerja di bank. Nah, tergantung ke depannya kamu mau jadi apa, kalo memang mau nerusin kerja di bank, pilih jurusan yang berbau-bau finance dan perbankan, supaya kamu bisa bangun career path kamu lebih baik ke depannya. Plus biasanya, kalo mau dapet beasiswa, antara background study, current career, dan future career plan itu harus sejalan. Udah gak jaman lagi labil-labil kali ya., hehe

3. Pilih bidang yang ilmunya berkembang.

Kalau kamu rajin ngikutin berita, pasti ngeh kalo global changes happen rapidly now.. Alias cepet banget! Pertumbuhan ekonomi di negara-negara asia, climate change, over-population, dan over-consumption. Nah, akan ada baiknya kalo jurusan yang kamu mau ambil nantinya itu, bisa beradaptasi dan ngikutin perkembangan global ini. Perlu diingat bahwa saat ini, global society lagi menuju ke arah pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dimana concern nya adalah: konservasi sumberdaya alam, rehabilitasi lingkungan dan keanekaragaman hayati, kesetaraan gender, human rights, dan social welfare. Gak percaya?? Protokol Kyoto, Rio+20, ADB (Asian Development Bank) Key Indicators adalah salah satu buktinya..

Jadi ambil jurusannya gimana dong?? Ambil yang 'menyentuh' hal tersebut. Misalnya Sustainability Accounting (profesi seksi nih lagi banyak yang nyari), Social Business, dll. Contoh spesifiknya gini, sekitar 70% yang konsultasi ke saya tentang beasiswa mau milih jurusannya Infrastructure Planning dengan alasan, Indonesia masih kurang fasilitas publik nya, nah bercermin sama global trends ini, ada baiknya instead of ambil Infrastructure Planning, kamu ambil Environmental Planning dengan fokusnya ke Green Infrastructure. Kenapa? Soalnya negara-negara maju sendiri, sekarang mulai 'mengembalikan' struktur-struktur bangunan yang dulu dibangun sama ahli-ahli infrastucture planning mereka ke struktur yang lebi 'ramah lingkungan'. Hal ini dibahas juga di salah satu mata kuliah saya (Science for Environmental Management)

Courtesy of: Dr. Ian Wright, GSE803: Science in Environmental Management Lecture Notes.

4. Pilih yang kurikulumnya paling sesuai untuk kamu.
Bisa jadi dengan nama jurusan yang sama, universitas satu dan lainnya punya kurikulum dan pendekatan yang berbeda. Contohnya, untuk Master of Sustainable Development di Macquarie University (yang saya pilih), pendekatannya lebih luas dan global. Nantinya kita bisa milih sendiri mau fokus kemana, apakah ke Sustainable Business, Tourism, Urban Region, dll. Sedangkan yang di University of New South Wales itu lebih ke urban planning (tata kota). Pilih yang paling sesuai untuk kamu. :)

5. Pilih yang bisa diterapkan di Indonesia nantinya.
Untuk beberapa jurusan kadang ada yang pendekatannya 'terlalu lokal'. Contohnya ada beberapa jurusan Environmental Policy atau Business yang 'Australia bangeettt' di beberapa universitas. Sayang kan nanti udah capek-capek kuliah, ilmunya gak bisa (atau butuh waktu lama untuk nyesuaikan) di Indonesia. Jadi, pilih yang pendekatannya global (supaya Indonesia gak ketinggalan juga).. :)

Begitulah tips dari saya. Semoga membantu ya.. At the end, pilihan ada di tangan kamu. Apapun universitasnya, apapun jurusannya, yang harus diingat adalah bukan titel yang kita kejar, tapi ilmunya.. dan bagaimana nantinya memanfaatkan ilmu tersebut untuk bisa ngasih manfaat yang sebesar-besarnya untuk banyak orang..

Kaya slogan almamater saya: "Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.."
:)

Love,
B

3 comments:

  1. pilih jam kuliahnya apabila sambil bekerja, dan sesuai keinginan hati
    souvenir

    ReplyDelete
  2. thanks sob untuk postingannya...
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu...
    salam kenal yach...
    kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    http://chaniaj.blogspot.com/ dan situs kesayangan kami http://oliviaclub.com

    ReplyDelete

Related Posts with Thumbnails